Pengalaman Pertama (Bukan Malam Pertama)
Gue sudah lama banget nggak nulis di blog ini mgkin sudah 2bulanan lebih dan sekarang gue kasian sama blog gue karna dia jablay saat ini. Sebenernya sih gue rada takut juga karna hari-hari ini blog gue agresif banget tapi gue mencoba untuk memaklumi karna dia sudah lama banget nggk dibelay. Sebenernya gue cukup kasian dengan blog gue karna dia sering diejek temen-temen blognya yang lain seperti Blonda (BlogJanda) bahkan lebih parah Bloglay (BlogJablay) dan semenjak saat itu blog gue sering pake sempak G-STRING kalo kemana-mana.
Mungkin kalian berpikir bahwa cerita diatas nggak nyambung dengan judul yang gue buat, tapi gue tegasin disini bahwa pemikiran kalian..........BENAR.
Kali ini gue mau cerita sedikit tentang pengalam pertama ospek gue, karna gue sekarang sudah menjadi mahasiswa *BusunginBelahan Dada*. Seperti pepatah lama bilang bahwa nasib seseorang dilihat dari wajahnya. Dan terliahat jelas dari nasib gue T.T, ya gue nggak masuk perguruan tinggi negri dimanapun. Sebenernya sih bukan karna gue nggak masuk tapi karna nggak ada yang mau nerima gue. Tapi gue percaya kalo sesuatu itu akan indah pada waktunya dengan tepat.
Gue jadi inget salah dua orang pernah bilang bahwa "Ketika TUHAN ambil sesuatu dari genggamanmu, sadarlah bahwa DIA hanya buka tanganmu untuk hal yang lebih baik" dan gue sangat percaya itu. Karna nasib seseorang itu nggak hanya digantungkan oleh perguruan tinggi negri da justru menurut gue TUHAN sudah memberikan tempat yang tepat buat gue *bukan orang yang tepat*.
Massyaalloh kok gue malah curhat *ngelapin air mata* #TisuManaTisu.
Kembali ke judul, pengalaman pertama gue ospek itu absurd banget. Gue cuma berani kenalan sama cowok *Bukannya gue homo ya tapi gue cuma suka sama cowok aja*. Namun seperti kata pepatah sekali dayung dua tiga empat lima enam tujuh delapan sembilan pulau terlampaui. Sepanjang Ospek gue bisa tidur pulas tanpa ada yang mengganggu. Namun hal yang paling gila bukanlah di ospek tapi justru dikuliah perdana. Dosennya bernama yudha dia dosen sesepuh yang ada dikampus gue tuh orang sudah tau seluk beluk kampus gue karna dia yang membesarkan kampus gue, dia yang netein, yang nagajarin jalan dan ampe sebesar ini karna seorang bapak inilah *JengJeng*. Bapak ini killer banget namun sedikit kemayu *iya gue aja sempet nggak percaya*. Dan absurdnya tuh bapak bilang bahwa SAYA INI DEWA PENYELAMAT ANDA. disitu gue berpikir keras *Mungkin bapak ini ngambil double degree jadi Dewa Penyelamat + Dewa Pencabut Nyawa* tapi gue salut banget dengan si bapak karna dia disiplin banget karna ketika dia didalam kelas nggak ada yang bersuara termasuk si bapak.
Namun seperti pepatah bilang tak ada yang lebih indah selain rumah sendiri dan gue yakin sekarang bahwa kampus ini adalah rumah gue dan nggak ada kampus-kampus yang lebih indah dari ini *AlayAlayAlay*.
Dan gue sadar bahwa bukan suatu hal yang bisa mengubah kita tapi kita yang bisa mengubah suatu hal, jadi entah itu sawasta atau negri buat apa kita minder toh banyak sarjana negri yang nganggur dan tak sedikit juga sarjana swasta yang kerja. Jadi Buruk itu bukan menurut orang lain tapi menurutmu. *nggak nyambung*
Mungkin kalian berpikir bahwa cerita diatas nggak nyambung dengan judul yang gue buat, tapi gue tegasin disini bahwa pemikiran kalian..........BENAR.
Kali ini gue mau cerita sedikit tentang pengalam pertama ospek gue, karna gue sekarang sudah menjadi mahasiswa *Busungin
Gue jadi inget salah dua orang pernah bilang bahwa "Ketika TUHAN ambil sesuatu dari genggamanmu, sadarlah bahwa DIA hanya buka tanganmu untuk hal yang lebih baik" dan gue sangat percaya itu. Karna nasib seseorang itu nggak hanya digantungkan oleh perguruan tinggi negri da justru menurut gue TUHAN sudah memberikan tempat yang tepat buat gue *bukan orang yang tepat*.
Massyaalloh kok gue malah curhat *ngelapin air mata* #TisuManaTisu.
Kembali ke judul, pengalaman pertama gue ospek itu absurd banget. Gue cuma berani kenalan sama cowok *Bukannya gue homo ya tapi gue cuma suka sama cowok aja*. Namun seperti kata pepatah sekali dayung dua tiga empat lima enam tujuh delapan sembilan pulau terlampaui. Sepanjang Ospek gue bisa tidur pulas tanpa ada yang mengganggu. Namun hal yang paling gila bukanlah di ospek tapi justru dikuliah perdana. Dosennya bernama yudha dia dosen sesepuh yang ada dikampus gue tuh orang sudah tau seluk beluk kampus gue karna dia yang membesarkan kampus gue, dia yang netein, yang nagajarin jalan dan ampe sebesar ini karna seorang bapak inilah *JengJeng*. Bapak ini killer banget namun sedikit kemayu *iya gue aja sempet nggak percaya*. Dan absurdnya tuh bapak bilang bahwa SAYA INI DEWA PENYELAMAT ANDA. disitu gue berpikir keras *Mungkin bapak ini ngambil double degree jadi Dewa Penyelamat + Dewa Pencabut Nyawa* tapi gue salut banget dengan si bapak karna dia disiplin banget karna ketika dia didalam kelas nggak ada yang bersuara termasuk si bapak.
Namun seperti pepatah bilang tak ada yang lebih indah selain rumah sendiri dan gue yakin sekarang bahwa kampus ini adalah rumah gue dan nggak ada kampus-kampus yang lebih indah dari ini *AlayAlayAlay*.
Dan gue sadar bahwa bukan suatu hal yang bisa mengubah kita tapi kita yang bisa mengubah suatu hal, jadi entah itu sawasta atau negri buat apa kita minder toh banyak sarjana negri yang nganggur dan tak sedikit juga sarjana swasta yang kerja. Jadi Buruk itu bukan menurut orang lain tapi menurutmu. *nggak nyambung*
Comments
Post a Comment