Sinkronisasi ? haha
Hai hai hai......
Setelah sekian lama akhirnya dapet kesempatan nulis (baca: ngetik) di blog ini lagi. #Shah.... kibas kibas rambut.
Udah lama blog ini nggak di usik karena gue nggak ada waktu buat ngebukanya. Bukan karea gue sibuk kuliah, banyak tugas ataupun udah dapet kerja tapi karena gue males.
Ngomong-ngomong soal males, gue dapet sedikit teori karena kemalasan gue, gue nyebutnya sinkronisasi maaf kan jika ada teori yang ternyata sama (maklum yang nulis otaknye udah setengah). Nah...kenapa gue bilang sinkronisasi, gue ngerasa setiap hal apapun itu sampe detil terkecil dalam hidup kita ini semua ter-hubung bukan karena kebetulan.
Kenapa angin bisa berhembus kenceng ketika lu nari tor-tor, kenapa daun runtuh ketika lu ngupil pake jempol kaki dan kenapa-kenapa lain itu menurut gue udah terhubung satu sama lain. Singkatnya gini, jadi ketika lu ngelakuin A buat dapet D, B C D dan seterusnya memang berhubungan walaupun itu nggak lu anggep sekalipun.
Karena gini, ada yang bilang ke gue ketika lu ngelakuin hal positif apapun itu, bunga, pohon, batu, kertas bahkan dunia akan membantu lu dengan hal positif yang mereka punya. Dan begitu juga sebaliknya jika lu ngelakuin hal negatif.
Jadi sekarang tau kan kalian semua kenapa blog ini nggak terurus, iya karena tadi gue males di dunia nyata. karena menurut teori sinkronisasi tadi artinya gue juga harus males di dunia maya. Tapi sekarang gue udah nggak males lagi, beneran....kapan sih gue pernah bohong?
Nah...karena gue nggak tau mau ngomong apa lagi dan daripada kalian semua ngebaca teori aneh dari gue yang malah bikin sesat umat seantero Indonesia. Mendingan kalian kritisi cerpen (katanya) dari gue dan 4 orang aneh lainnya.
Jadi cerpennya itu bercerita tentang anak yang nemuin buku yang cukup aneh yang dia sendiri gak tau kapan buku itu ada. Waktu dia nyoba baca bukunya nggak ada kutukan atau yang aneh keluar sih, tapi itu buku sudah di tulis 7 tahun yang lalu dan... mendingan kalian baca sendiri aja deh
17 Januari 2010
Setelah sekian lama akhirnya dapet kesempatan nulis (baca: ngetik) di blog ini lagi. #Shah.... kibas kibas rambut.
Udah lama blog ini nggak di usik karena gue nggak ada waktu buat ngebukanya. Bukan karea gue sibuk kuliah, banyak tugas ataupun udah dapet kerja tapi karena gue males.
Ngomong-ngomong soal males, gue dapet sedikit teori karena kemalasan gue, gue nyebutnya sinkronisasi maaf kan jika ada teori yang ternyata sama (maklum yang nulis otaknye udah setengah). Nah...kenapa gue bilang sinkronisasi, gue ngerasa setiap hal apapun itu sampe detil terkecil dalam hidup kita ini semua ter-hubung bukan karena kebetulan.
Kenapa angin bisa berhembus kenceng ketika lu nari tor-tor, kenapa daun runtuh ketika lu ngupil pake jempol kaki dan kenapa-kenapa lain itu menurut gue udah terhubung satu sama lain. Singkatnya gini, jadi ketika lu ngelakuin A buat dapet D, B C D dan seterusnya memang berhubungan walaupun itu nggak lu anggep sekalipun.
Karena gini, ada yang bilang ke gue ketika lu ngelakuin hal positif apapun itu, bunga, pohon, batu, kertas bahkan dunia akan membantu lu dengan hal positif yang mereka punya. Dan begitu juga sebaliknya jika lu ngelakuin hal negatif.
Jadi sekarang tau kan kalian semua kenapa blog ini nggak terurus, iya karena tadi gue males di dunia nyata. karena menurut teori sinkronisasi tadi artinya gue juga harus males di dunia maya. Tapi sekarang gue udah nggak males lagi, beneran....kapan sih gue pernah bohong?
Nah...karena gue nggak tau mau ngomong apa lagi dan daripada kalian semua ngebaca teori aneh dari gue yang malah bikin sesat umat seantero Indonesia. Mendingan kalian kritisi cerpen (katanya) dari gue dan 4 orang aneh lainnya.
Jadi cerpennya itu bercerita tentang anak yang nemuin buku yang cukup aneh yang dia sendiri gak tau kapan buku itu ada. Waktu dia nyoba baca bukunya nggak ada kutukan atau yang aneh keluar sih, tapi itu buku sudah di tulis 7 tahun yang lalu dan... mendingan kalian baca sendiri aja deh
14 Juli
2017
Pindahan adalah salah satu hal yang membosankan, akan ada kardus
dimana-mana dan semua barang akan terlihat penting. Bisa ditebak hari ini aku
akan pindah rumah, tentunya ritual membereskan barang tidak akan terlewatkan.
Cuaca yang cukup mendung di kota Bandung dan tempat terakhir yang belum
dibereskan adalah loteng. “Haah...”
aku menghela nafas, kenapa dengan barang ini perasaan ini barang jaman SD dan
SMP kok belum di buang ?.
Ketika sedang mem-packing barang
yang bisa dibilan tidak berguna ini, aku tertegun dengan sebuah kotak yang
bertuliskan Masa SMA. Ternyata tak ada yang spesial di dalam kotak itu, hanya
ada sebuah ikat rambut dan aksesoris-aksesoris lainnya.
“Uti...turun makan” terdengar suara dari bawah.
“Iya ma...” aku pun turun dan menunda packing
barang sejenak.
Dirumah ini hanya ada aku, mama dan Bi Inem, salah satu pembantu kami atau
bisa dibilang pahlawan kami karena bi Inem-lah yang mengurusi perlengkapan
dapur atau bisa dibilang Chef
pribadi.
“Ma barang diloteng udah hampir
selesai tapi entar dibuang aja kali ya, kan nggak ke pake, lagian barang waktu
SD dan SMP semua isinya”
“Ya udah nanti biar mama aja yang
nerusin, tapi yakin barangnya di buang?”
“Iya.....” jawabku lancar.
Jam 15.00, Bandung di guyur hujan
yang cukup deras waktu yang pas sekali untuk menikmati secangkir kopi panas.
“Mama nemuin ini di tumpukan barang
Sma kamu siapa tua perlu” sambil menyodorkan sebuah buku.
“Buku apa nih?” tanyaku refleks.
Yang kemudian hanya di jawab dengan mengangkat bahu tanda tidak tahu.
Aku mengernyitkan dahi dan sejenak
berpikir, mencoba untuk mengingat buku apa ini. Buku dengan Cover ungu dengan tulisan “Catatan
Kehidupan” di depannya. Kurang lebih 7 detik tertegun dan aku tidak ingat apa
aku pernah menulis, meminjam atau membeli buku ini. Di tambah lagi sebuah kata Goodbye di lembar pertamanya berhasil
membuatku sedikit penasaran dnegan isinya. Aku membalik lagi lembar demi lembar
yang akhirnya kutemui sebuah foto, foto yang berisikan aku dan empat orang
temanku saat Sma. Senyum
ceria terlihat jelas di poto itu, mengingatkan aku dengan masa remaja yang
penuh badai tetapi selain badai juga terdapat canda tawa dan persahabatan yang
erat dan sempurna.
Selamat
ulang tahun Uti yang ke-17, walaupun kami tahu kamu tidak semudah itu lagi
ketika membaca buku ini. Buku ini sengaja kami letakan di tumpukan
barang-barangmu diloteng supaya kau sulit untuk menemukannya. Tidak ada yang
spesial di buku ini tapi silahkan baca dan nikmati isinya, tertanda empat orang
gila. Oh iya, bukunya terdiri dari lima bab dan akan ada cerita menarik setiap
babnya. Sontak aku tersenyum setelah membaca note itu dan memaksaku mengingat kembali ke masa itu. Aku kembali
membuka lembar berikutnya dan tertulis jelas.
BAB
1
17 Januari 2010
Hai
nama gue Dita dan gue akan menjadi juru masak handal di Indonesia, eh nggak-
nggak juru masak handal di dunia. Aku langsung tersenyum lebar dan kembali
membaca buku itu.
Selamat Ulang Tahun yang ke-17 semoga Uti tetap sehat, tetap
ceria, makin bijaksana dalam menyikapi segala masalah dalam kehidupan, semoga
kita bisa sama-sama dan menjadi tua bersama.
Pertama kali aku
kenal uti, aku bisa menebak kalau uti orang yang baik dan jujur. Uti orang yang
selalu ceria. Terkadang aku suka berfikir kalau tingkah uti itu sedikit autis
walaupun demikian uti ga pernah marah. Uti kelihatan lucu banget kalau lemotnya
uti kumat. Kita sering makan bareng, konkow bareng, saling bertukar pikiran,
saling berbagi cerita baik itu cerita lucu atau cerita ga penting sekalipun dan
entah sejak kapan aku mulai menganggap
uti adalah salah satu bagian terpenting dalam kehidupanku. Kita udah temenan
sejak SMP dan bagi aku itu bukan sekedar ikatan pertemanan ataupun
persahabatan. Uti udah seperti saudara bagi aku. Uti selalu mendengarkan keluh
kesah dan juga selalu memberikan solusi untuk setiap masalahku walaupun
solusi-solusi itu terkadang ga bisa diterima oleh akal sehat. Uti inget ga,
ketika aku cerita masalah cinta pertamanya aku. Saat itu, aku sedih karena
cinta pertamanya aku lebih memilih orang lain dari pada aku terus aku cerita ke
uti sambil nangis nangis. Disitu uti menghibur aku, uti bilang, “Udah cowok kan
banyak, nanti kita cari aja ditoko sepatu.” Tuh kan Uti itu suka banget kasih
solusi yang ga penting, tapi anehnya aku malah percaya aja sama uti.
Aku tertawa
dan mengingat kembali sosok Dita di masa SMA dulu. Dita sangat lucu dan suka
sekali menganalisis banyak hal. Orang yang cerdas dan tidak mudah
untuk percaya dengan hal-hal aneh. Tapi satu hal yang terlewatkan di analisis
Dita dulu, Dita tidak pernah menganalisis dirinya sendiri yang tidak bisa
memasak. Ya....walaupun saat ini dia lebih memilih menjadi konselor keuangan di
salah satu perusahaan di jakarta dibandingkan memilih menjadi Chef handal seperti yang di impikannya.
Saat ini aku dan Dita masih terus berhubungan, walaupun sekedar lewat
telepon karena kami berdua tidak punya waktu senggang untuk bertemu. Mungkin
bisa dibilang masalah jarak dan kesibukan kita masing-masing. Aku membuka
kembali lembar berikutnya.
BAB 2
17
Januari 2010
Happy Birthday
Semoga
Uti menjadi pribadi yang lebih dewasa, lebih terbuka lagi dang a menyimpan semuanya sendirian lagi.
Pertama kali aku
kenal Uti, aku berfikir kalo Uti itu orang yang nyebelin banget. Uti selalu
ceria sehingga terkesan berisik. Aku paling ga suka sama suasana yang berisik
tetapi seiring berjalannya waktu dan kita selalu bersama-sama, aku mulai
terbiasa dengan Uti yang berisik. Ternyata walaupun berisik terkadang Uti itu
menarik dan suka menghidupkan suasana dengan kekonyolannya.Uti itu orangnya ga
bisa diam. Pokoknya secara umum Uti itu orangnya menarik, ga ngebosenin dan
selalu berisik.
Sewaktu ketika Uti
sakit dan aku orang yang terakhir kali tahu kalau Uti sakit. Aku kecewa banget,
aku merasa Uti ga percaya sama aku. Aku marah bukan karena aku ga mau berteman
lagi sama Uti tetapi aku marah karena aku kecewa, Uti ga mau menceritakan
penyakitnya sama aku.
Setiap hari aku
berfikir, Uti jahat banget ga mau cerita sama aku, hanya ga cerita sama aku.
Uti cerita sama dita, tata, dan dian tetapi ga cerita sama aku. Aku merasa
terasingkan, rasanya itu kecewa banget, coba deh Uti rasain sendiri. Aku ga
betah juga lama-lama nyuekin Uti dan juga aku mencoba untuk berfikir positif
kalau Uti bukannya ga mau cerita tetapi belum punya waktu yang pas untuk
menceritakannya.
Lain kali, aku ga
bakal nerima alasan apa pun kalau Uti ga cerita sama aku. Uti harus inget, kita
disini untuk saling berbagi dan saling mendukung, mari kita berusaha
bersama-sama. Jadi, jangan lagi merasa seorang diri ya. Tertanda
Tata.
Aku tersenyum dan menyeruput kembali
kopi panas yang bisa dibilang tidak panas lagi. Ku ingat kembali karakter Tata
saat SMA, karakter yang mudah
marah dan sedikit sensitive atau
bisa dibilang blak-blakan dan hal itu
akan terlihat jelas jika kalian juga membaca buku ini. Saat ini Tata menjadi
aktivis untuk anak-anak kanker dan HIV/AIDS di Indonesia, dan hidup sebagai bussines woman meneruskan restoran
keluarganya. Pekerjaan yang cocok untuk Tata menurutku apalagi karakter dia
yang ngotot dan blak-blakan itu. Terakhir aku bertemu Tata tahun lalu di
Bandung yang saat itu Tata menjadi pembicara untuk acara tersebut.
Aku membuka lembar berikutnya, “Ini
pasti Dirga” teriak ku sedikit kencang yang membuat mama dan Bi Inem kaget dan
menoleh ke arahku.
BAB
3
18
Januari 2010
Dear Uti,
H A P P Y B I R T H D A Y
Semoga di ulang tahun kamu kali ini kamu menjadi pribadi yang
lebih baik dari sebelumnya. Mendapatkan berkah selama hidupmu dengan selalu
bersyukur kepada-Nya. Diberikan kesehatan dan kemudahan untuk menjalani
lika-liku kehidupan. Semoga doa-doa dan yang kamu inginkan akan terkabul.
Saat menulis buku
ini, saya seperti bernostalgia mengenang waktu pertama kali kita berkenalan.
Itu merupakan salah satu moment yang tidak akan pernah saya lupakan. Beruntung
sekali mempunyai sahabat yang selalu ceria, baik, penyayang, yang selalu ada di
saat sedih maupun senang. Tempat berbagi suka cita. Sahabat yang tidak pernah
menunjukkan bahwa dirinya sedang mengalami kesedihan dan selalu ceria di depan
saya. Maafkan saya karena tidak mengetahui bahwa kamu sekarang sedang mengalami
hal tersulit. Awalnya saya sedih, kecewa, dan ingin marah mengapa hal tersebut
terjadi kepada kamu. Sulit rasanya mempercayai kenyataan pahit ini. Tapi saya
mencoba memahami bahwa kamu juga tidak ingin semua ini terjadi. Mulai sekarang
cobalah berbagi cerita kepada saya, jangan kamu pikul sendiri kesedihan itu.
Saya akan selalu ada untuk kamu tidak peduli orang lain berkata apa. Sepahit
apapun itu, jangan lupa kamu memiliki dan bisa mengandalkan saya untuk berbagi
cerita. Saya harap kamu bisa bangkit dan mulai menata kehidupan yang lebih
baik. Jadikan ini sebagai pelajaran berharga kamu untuk menjadi orang lebih
baik lagi. Jangan pernah kamu berputus asa dan menyalahkan diri sendiri. Masih
ada waktu untuk memperbaiki dari awal lagi. Tidak perlu kamu pikirkan nanti
malah akan memperburuk kesehatanmu.
Tidak ada kata
terlambat untuk menjadi orang yang baik dan saya akan selalu ada di samping
kamu. “Be happy everyday and spread
positive energy for everyone”. Kamu harus selalu ingat kata-kata itu.
Tertanda calon fotografer dunia Dirga.
Santai dan Passion, aku langsung
teringat dengan dua kata sakti ini. Dua kata yang selalu diucapkan Dirga. Saat
SMA kami menganggap Dirga orang yang kami anggap paling ganteng, secara dia
satu-satunya cowok dan anak paling bodoh di antara kami berlima. Mungkin karena
sikap dia yang terlalu nyantai dan tidak terlalu memusingkan hal-hal yang
dianggapnya terlalu rumit. Tapi, di antara kami berlima, hanya Dirga yang
impiannya tercapai.
Entah dimana ia sekarang kita sudah lost
contact, mungkin sudah ada dibelahan dunia lain. Karena saat ini ia bekerja sebagai fotografer
di majalah ternama dunia dengan hasil fotonya yang selalu menakjubkan. Dan memaksaku
untuk berlangganan majalah itu, hanya untuk melihat tulisannya dan hasil
fotonya tiap bulan.
“Oke kali ini Nana” ucapku sendiri.
BAB 4
19 Januari 2010
Akhirnya dapet juga kesempatan nulis dibuku ini. Oh iya....
Selamat Ulang Tahun,
Uti. Semoga
tambah cantik walaupun tetep ga secantik aku, semoga tambah ceria walaupun
tetep juga ga seceria aku.
Pertama kali aku
kenal uti, ketika kapan ya ? aku lupa secara aku kan orangnya mudah berteman
dengan siapa pun. Orang yang baru pertama kali aku lihat, aja langsung aku ajak
kenalan. Sejujurnya, aku sangat menyukai kepribadian Uti yang ceria, mungkin
juga karena aku selalu merasa nyaman ngobrol sama Uti. Uti juga baik hati, Uti selalu memaafkan aku kalau aku lupa
menepati janjiku, tetapi bukan berarti aku pembohong ya, sekali lagi aku
tekankan kalau aku itu hanya lupa.
Karena Uti itu orang
yang ceria dan jarang sekali menangis jadi aku sangat penasaran ketika Uti
menangis histeris waktu itu, maafkan aku juga, waktu itu aku secara tidak
sengaja mendengar mengenai penyakit Uti. Aku shock banget begitu mendengar kalau Uti ternyata mengidap HIV.
Setiap hari aku
merasa tidak tenang, setiap hari aku mencari tahu informasi mengenai HIV dan
aku menemukan bahwa umur orang pengidap HIV itu ga panjang, tetapi aku percaya
kalau umur itu udah diatur sama Sang Pencipta. Aku tidak tahan melihat Uti yang
ceria menjadi gadis pemurung seakan telah diputuskan untuk dihukum mati. Jadi,
dengan memberanikan diri, aku berkata, “Uti, walaupun Uti mengidap HIV,
walaupun umur Uti ga bakal lama, walaupun kesehatan Uti semakin hari semakin
menurun tetapi life must go on, Uti
ga boleh terus menerus meratapi penyakit itu, Uti harus bersemangat lagi dan
ingatlah kalau Uti masih memiliki teman-teman yang care sama Uti” Uti inget ga kalau aku pernah ngomong kayak begitu?
memang sih terlalu kejam dan sedikit berlebihan, kita memang baru berteman dan
aku juga ga sepantesnya bilang begitu dengan teman yang baru dua tahun
bersama-sama tetapi aku juga ingin menjadi seorang teman yang selalu ada untuk
Uti. Jadi, Uti jangan pernah memendam semuanya sendiri lagi ya, kalau ada
masalah lagi Uti boleh kok berbagi, aku akan selalu mendengarkan ceritanya Uti.
Tertanda Nanaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Entah kenapa mataku sedikit berlinang dan mengingatkanku akan kopi yang sudah
menjadi dingin sedari tadi. Ku habiskan kopi di atas meja dan melanjutkan
lamunanku akan Nana saat SMA. Nana
ini orangnya aneh, lebay, dan sedikit narsis. Walaupun begitu Nana orangnya
baik, selalu menjadi pengibur, polos dan juga lugu. Itu jelas banget terlihat
dari tulisannya.
Walaupun begitu ia orang yang paling ke-ibuan di antara kami berempat
karena Dirga nggak masuk hitungan. Saat ini Nana menjadi Ibu Rumah Tangga, ia
satu-satunya yang telah menikah di antar kami berlima dan menjadi ibu persit karena
suaminya seorang TNI di magelang.
Satu hal yang membuatku bingung, buku ini terdiri dikatakan terdiri dari
lima bab. Sedangkan kami hanya berlima, dan aku baru menemukan buku ini
sekarang. Aku berpikir sejenak, mencoba menerka siapa orang terakhir yang
menulis di buku ini. Ku buka kembali lembar berikutnya, tidak ada tulisan
apa-apa disana. Kemudian ku buka kembali, hingga lembar ke tujuh belas tertulis
besar.
BAB 5
End of
Story
Tapi yang membuatku tambah bingung, tidak ada tulisan disana yang ada hanya
lembaran kosong dan sebuah catatan kecil.
“Bodoh...bab ini khusus untukmu Uti, sekarang ayo akhiri ceritanya”.
Aku tertawa lepas saat itu dan tanpa sadar air mataku mengalir deras yang
membuat mama dan Bi Inem memberi respon aneh kepadaku.
“Buku ini bagus banget ma, mama sama Bi Inem pokoknya harus baca Entar
haha....” teriakku.
Aku langsung bergegas mengambil pena, dan mencoba melengkapi isi bukunya.
BAB 5
14 Juli 2017
Hai semuanya, aku Uti. Terima kasih kadonya, kado yang paling menakjubkan
yang pernah aku dapatkan seumur hidup. Aku sehat, bagaimana dengan kalian ?.
Tidak perlu diberitahu mungkin kalian sudah mengetahuinya. Virus ditubuhku
sudah mulai menyebar, tapi tenang aku tetap bisa survive aku dan sangat sehat.
Sekali lagi terima kasih semuanya, aku nggak tahu apa jadinya kalau aku
nggak bertemu dengan kalian saat itu. Aku nggak tahu jadinya masa SMA-ku tanpa
kalian. Yang aku tahu, aku bisa seperti sekarang, tertawa lepas dan menikmati
setiap detik yang diberikan tuhan semua karena kalian.
Semua karena kata-kata pedas dari Tata. Semua karena analisis aneh dari
Dita. Semua karena “Nyantai dan passion’
dari Dirga. Semua karena nasehat bijak dari ibu Nana. Semua karena kalian yang
selalu ada disampingku. Kututup buku tersebut dengan kata SELESAI.
Kalo kalian bilang aneh artinya kalian sependapat dengan gue haha. tapi itu orisinil dari tangan-tangan makhluk absurd yang katanya keluarga bahagia dan dua orang yang nggak jelas kehidupannya. tapi terima kasih yang udah nyimak tulisan aneh dari gue. bay...
Comments
Post a Comment