Belajar Dari Engrang
KAMBING!!
Supri mengumpat karena terus-terusan terjatuh dari engrang. Ya, Supri sedang
berlatih bermain engrang untuk Asian Games jarak menengah di Korea nanti. Supri
terpilih mewakili Indonesia ke Korea karena berhasil memenangkan kejuaran
engrang sambil makan kerupuk antar kampung. Tapi untuk memenangkan kejuaran di
Korea Supri harus berlatih lagi. Karena waktu itu dia memenangkan kejuaran
antar kampong lewat joki.
Terhitung sudah 9 bulan 10 hari
Supri berlatih, namun dia masih belum bisa memainkan engrang. Jatuh, bangun,
hujan, panas tiada kata menyerah bagi Supri. Dia selalu mencuri waktu latihan
disela-sela waktu luangnya sebagai tukang Sedot WC keliling. Tak sedikit orang
kagum dengan kegigihan Supri berlatih, terkadang ada yang memberikan tepuk
tangan ke Supri, makanan hingga menawarkan kos-kosan dua pintu. Itu semua
bentuk apresiasi orang-orang atas kegigihan Supri.
“ini adalah langkah awal
gue” teriak Supri dalam hati.
Hari demi hari Supri semakin mahir kini dia dengan mudah
melangkah di atas engrang, terkadang dia bisa memainkan engrang sambil melepas
kedua tangannya.
“Ini
semua berkat hasil kerja kerasmu nak, sekarang kamu siap berangkat ke Korea”
ucap pelatih Supri yang sambil menyodorkan Golden
Ticket.
“Kemasi
barangmu segera”.
Supri langsung berlari menuju
rumahnya, baju, celana, topi langsung ia kemasi segera. Tali sepatuh ia ikatkan
dengan kencang. 2 minggu berlalu, kini supri telah mahir bermain engrang
sepenuhnya, namun ia tidak jadi pergi ke Korea dikarenakan di waktu akhir Supri
tidak bisa menyelesaikan test TOEFLnya
karena ternyata untuk berangkat ke Korea TOEFL
Supri harus melebihi skor empat ratus lima puluh.
Walaupun Supri tidak jadi bernagkat ke
Korea, tapi Supri merasakan hidupnya kini sedikit berubah semenjak bermain
engrang. Banyak pelajaran yang didapatkan Supri dari situ. Bagi Supri bermain
engrang sama halnya dengan menjalani hidup di dunia yang bulat ini. Sama halnya
dengan engrang, ketika ingin mencapai tujuan kita harus berjalan lurus kedepan
untuk mencapai keseimbangan. Karena jika mendengarkan cemoohan orang di sekitar
maka kita akan terjatuh. Condong kedepan, untuk berjalan di engrang juga tubuh
harus condong ke depan Karena jika tidak itu akan percuma, kita malah akan
terjatuh kebelakang.
Kadang jika sudah berhasil berjalan,
kita harus berhenti sejenak untuk lebih menyeimbangkan posisi engrang. Artinya
ketika mulai sukses kita harus intropeksi diri agar kita tahu
kesalahan-kesalahan apa yang sudah dilakukan dimasa lalu, supaya di masa depan
kita tidak masuk kelubang yang sama 2 kali.
Engrang adalah simulasi kehidupan di
dunia, So belajarlah dari engrang.

Comments
Post a Comment